Pelayanan Publik Masih Sangat Lemah --- Mendag Akan Luncurkan Aplikasi HP Bagi Pedagang --- KKP Tangkap Lima Kapal Ikan Diawaki Warga Thailand --- Gubernur BI Salut Peran Pemda Gorontalo

Pangan

MAI Tolak Kebijakan Impor Produk Pertanian

Jakarta, InfoPublik - Masyarakat Agribisnis dan Agriindustri Indonesia (MAI) menolak kebijakan pemerintah yang tetap mengimpor pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Impor dinilai berdampak buruk bagi jutaan petani negeri ini. “MAI menilai sektor pertanian Tanah Air saat ini dalam kondisi menyedihkan karena lonjakan impor yang tinggi.  kebijakan impor komoditas pertanian yang dulu hanya 20 atau 30 persen namun kini melonjak menjadi 70 persen dari seluruh komoditas pertanian,” kata Ketua MAI Fadel Muhammad dalam jumpa pers rencana akbar Agri dan Agro Festival di Jakarta, Kamis (26/9).

Fadel menambahkan, impor pangan tersebut bertolak belakang dengan kondisi iklim Indonesia. Sebab, bangsa ini memiliki potensi yang luar biasa jika dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, Indonesia seharusnya malah menjadi negara pengekspor terbesar di dunia.

“Kita tolak kebijakan impor pangan karena akan mematikan jutaan petani Indonesia,” ujarnya.

Fadel menjelaskan, pada tahun 2011, hampir seluruh komoditi pangan di Indonesia berasal dari luar negeri, diantaranya impor beras sebanyak 3 juta ton, jagung 2,8 juta ton, kedelai 1,8 juta ton, 600 ribu sapi induk, dan 2,8 juta liter susu.

“Impor pangan ini harus dihilangkan, karena jumlah impor pangan Indonesia setiap tahun makin besar. Kita harus mandiri dan memaksimalkan potensi yang ada,” kata dia.

Sementara di produk hortikultura Fadel mengatakan, industri Agribisnis dalam negeri masih berpotensi menguasai pasar domestik di tengah serbuan produk impor. Kebijakan pemerintah untuk memperkuat sektor ini mutlak diperlukan.

Sektor agribisnis dalam negeri saat ini tengah berjuang menghadapi serbuan produk hortikultura asing. Oleh karena itu, pemerintah harus mampu melindungi sektor ini  dengan mengeluarkan kebijakan yang memihak pelaku agribisnis lokal.

Polling

Bagaimana pendapat Anda atas informasi yang kami berikan melalui website ini?