Menkominfo Rudiantara Jelaskan Makna Sumpah Pemuda --- Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga: Banyak Koperasi Tidak Aktif --- Penurunan Angka Kemiskinan Jadi PR Menko PMK --- Rachmat Gobel Targetkan Bangun 5.000 Pasar

Nusantara

Presiden SBY Akan Resmikan Istano Pagaruyung 30 Oktober 2013

Tanah Datar, InfoPublik - Menurut rencana Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akan meresmikan Istano Basa Pagaruyung, Selasa, 30 Oktober 2013 mendatang. Sehubungan hal itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat khusus dengan panitia provinsi dan panitia kabupaten/kota   untuk mempersiapkan kunjungan Presiden RI tersebut.

Rapat yang dipimpin Gubernur di Gubernuran, Senin (7/10) lalu, dihadiri Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe beserta panitia terkait, Bupati 50 Kota Alis Marajo, Walikota Bukittinggi Ismet Amsis, Wako Padang Panjang Mawardi, Bupati Padang Pariaman  dan sejumlah panitia provinsi lainnya.

Menurut Gubernur, Presiden SBY  beserta rombongan akan datang tanggal 28 Oktober sore, disambut di BIM dan ekspos Gubernur di ruangan VIB BIM seputar pembangunan di Sumatera Barat, selanjutnya Presiden SBY menuju Bukittinggi, dan pada malam harinya dilakukan pertemuan dengan para Gubernur di Balai Sidang Bung Hatta.

Hari ketiga kunjungan Presiden SBY, Rabu 30 Oktober, akan meresmikan Istano Pagaruyung.  Sebelum menuju Istano Pagaruyung Presiden SBY  istirahat di Gedung Indo Jolito sekaligus penggantian baju adat, karena Presiden SBY juga telah diberi gelar Sangsako Adat di Tanah Datar dengan gelar Yang Dipatuan Maharaja Pamuncak Sari Alam. 

Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe menjelaskan, masyarakat Tanah Datar sangat mengharapkan Presiden SBY meresmikan Istano Pagaruyung ini, karena Batagak Tonggak Tuo dihadiri Wapres waktu itu Bapak Jusuf Kalla.  “Alhamdulillah kabar baik itu hampir menjadi kenyataan,” ujarnya. 

Menurutnya, segala persiapan telah dilakukan dimulai dari pertemuan dengan pewaris kerajaan Pagaruyung, pertemuan dengan ninik mamak dan KAN Nagari Pagaruyung, pertemuan dengan KAN dan Bundo Kanduang se-Tanah Datar dan pertemuan dengan KAN, LKAAM dan Bundo Kanduang se Sumatera Barat.

Peresmian Istano ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 1.290 undangan, mulai dari pejabat pusat, Gubernur se-Indonesia, dari Malaysia, raja-raja nusantara, tokoh yang pernah diberi gelar di Istano Pagaruyung, Muspida Propinsi Sumbar, Bupati/Wako, Ketua DPRD se-Sumbar, dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati juga telah menindaklanjuti dengan rapat lengkap panitia sekaligus dihadiri Dandim 0307 Tanah Datar dan Kapolres Tanah Datar di Kantor Bupati setempat, Kamis (9/10).

Menurut M.Sadiq, hasil rapat lengkap ini dijadikan dasar untuk ditetapkan sebagai keputusan yang akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan peresmian Istano Basa Pagaruyung.

Sebelum acara puncak peresmian Istano Basa Pagaruyung oleh Presiden SBY, rangkaian kegiatan peresmian dimulai H-7 dengan acara  prosesi adat ziarah Makam terhadap kuburan Raja-Raja yang pernah berthahta di Minangkabau dalam wilayah kabupaten Tanah Datar, di antaranya kuburan Aditiawarman di Limo Kaum, kuburan Dt.Tantejo Gurhano di Pariangan, kuburan Rajo Ibadat di Sumpur Kudus dan kuburan Rajo Adat di Buo. Selanjutnya pada H-5 dilangsungkan acara prosesi adat di antaranya Ratik Tolak Bala di Istano Basa Pagaruyung.

Prosesi selanjutnya menawai rumah dengan Tawa Nan Ampek dan limau tujuah ragam, salah satunya diambil dari Bukit Batu Patah dengan Aie Tawa Luhak Nan Tigo, yaitu Luak Rajo, Luak Tanjuang Bungo serta unsur Air penawar dari Rajo Tigo Selo.

Sementara itu prosesi penyembelihan kerbau dilangsungkan pada H-1 pagi hari di komplek Istano Basa Pagaruyung yang diawali dengan malimau kerbau serta penyerahan pisau dari ketua panitia kepada Ketua KAN dan selanjutnya diserahkan kepada tukang bantai kerbau.

Untuk prosesi adat menaiki rumah gadang Istano Basa Pagaruyung dilangsungkan H-3 yang diawali dengan pidato menaiki rumah oleh tokoh adat, pidato pasambahan, prosesi adat manta tukang, turun dari rumah gadang menuju Nagari Pariangan (Tumpuak tangkai alam minangkabau), serta malapeh urang mamanggia sialek dan pidato maurak selo. (MCTanah Datar/Kus).